
Harga jasa arsitektur dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, seperti kompleksitas proyek, lokasi, dan pengalaman arsitek yang dipilih. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi harga jasa arsitektur:
1. Jenis Proyek
- Proyek Perumahan: Harga untuk desain rumah biasanya lebih terjangkau dibandingkan dengan proyek komersial atau industrial. Untuk desain rumah, biaya bisa dimulai dari Rp 150.000 hingga Rp 1.000.000 per meter persegi, tergantung pada spesifikasi dan detail desain.
- Proyek Komersial: Proyek yang lebih kompleks seperti gedung perkantoran, hotel, atau pusat perbelanjaan akan memerlukan lebih banyak waktu dan keterampilan, sehingga biaya bisa lebih tinggi, berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 2.000.000 per meter persegi.
- Proyek Lanskap: Untuk desain lanskap, harga bisa bervariasi tergantung pada luas lahan dan kompleksitas desain, dengan kisaran harga Rp 100.000 hingga Rp 500.000 per meter persegi.
2. Layanan yang Diberikan
- Konsultasi Desain Awal: Beberapa arsitek menawarkan konsultasi awal dengan biaya tetap atau bahkan gratis sebagai bagian dari penawaran awal.
- Pengembangan Konsep Desain: Biaya ini bisa meliputi pembuatan sketsa awal, rendering 3D, hingga revisi desain sesuai kebutuhan klien.
- Dokumentasi Teknis: Pembuatan gambar kerja (blueprint) dan dokumen teknis lainnya yang diperlukan untuk proses konstruksi. Biaya untuk tahap ini biasanya mencakup persentase dari total biaya proyek.
- Pengawasan Konstruksi: Jika arsitek diminta untuk terlibat dalam pengawasan konstruksi, biaya tambahan bisa dikenakan, biasanya dalam bentuk persentase dari total biaya konstruksi (sekitar 5-10%).
3. Pengalaman dan Reputasi Arsitek
- Arsitek Pemula: Mereka mungkin menawarkan tarif lebih rendah untuk menarik klien, dengan harga mulai dari Rp 100.000 per meter persegi.
- Arsitek Berpengalaman: Arsitek dengan portofolio yang solid dan reputasi baik biasanya akan mengenakan tarif lebih tinggi, yang bisa mencapai beberapa juta rupiah per meter persegi, tergantung pada kompleksitas proyek.
4. Lokasi Proyek
- Wilayah Urban: Di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, biaya jasa arsitek cenderung lebih tinggi karena tingginya permintaan dan biaya hidup yang lebih mahal.
- Wilayah Rural: Di daerah pedesaan atau kota-kota kecil, biaya bisa lebih rendah karena biaya hidup yang lebih rendah dan permintaan yang tidak sebesar di kota besar.
5. Persentase dari Total Biaya Proyek
- Beberapa arsitek menghitung biaya berdasarkan persentase dari total biaya konstruksi. Persentase ini biasanya berkisar antara 5-15%, tergantung pada skala dan kompleksitas proyek.
Contoh Estimasi Biaya:
- Desain Rumah Minimalis (100 m²):
- Harga per m²: Rp 250.000
- Total Biaya: Rp 25.000.000
- Desain Hotel (500 m²):
- Harga per m²: Rp 500.000
- Total Biaya: Rp 250.000.000
Untuk mendapatkan estimasi yang lebih akurat dan sesuai kebutuhan, disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan arsitek atau firma arsitektur yang menawarkan layanan tersebut.
Butuh bantuan atau informasi lebih lanjut? Hubungi kami sekarang dan tim kami siap membantu Anda!
No : 0823 5210 8600
Alamat : Jl. Setia Budi Komp. Setia Budi Blok C No. 15
